Senin, 07 Januari 2019

S E P É L É

S E P É L É 

Seorang wanita muda tengah duduk santai di dalam bis yang melaju ke tengah kota. Di satu pemberhentian bis, seorang wanita tua yang cerewet dan berisik naik ke dalam bis dan duduk di samping wanita muda tadi. Tas-tas bawaannya yang berat dia tumpuk begitu saja di atas kursi, membuat wanita muda itu harus menggeser duduknya sambil setengah terjepit di antara tas-tas berat dan jendela bis.

Seorang pemuda yang duduk di bangku sebelah melihat kejadian itu dengan kesal, dan bertanya kepada wanita muda itu, "Kenapa kamu tidak bicara saja, katakan pada wanita tua itu bahwa kamu jadi terganggu..."

Wanita muda itu menjawab sambil tersenyum :

"Aku rasa tidak perlu bersikap kasar dan beradu argumentasi untuk sesuatu yang sepele seperti ini, perjalanan bersama kita ini terlalu singkat. Saya juga akan turun di perhentian bis berikutnya di depan nanti"

Jawaban wanita muda tadi sangat pantas untuk ditulis dengan huruf emas :

"Kita tidak perlu berdebat untuk sesuatu yang sepele Perjalanan kita bersama amat singkat."

Kalau kita tahu bahwa perjalanan hidup ini begitu singkat, maka kita tidak akan mau membuang tenaga dengan terus mengeluh, merasa tidak puas, bersikap mencari-cari kesalahan... karena semua hanya membuang waktu kita di perjalanan yang singkat ini.

💌 Apakah seseorang sudah melukai bahkan menghancurkan hatimu ?? Tetaplah tenang, perjalanan hidupmu terlalu singkat.

💌 Apakah seseorang Sudah Menghianati kamu, mengejek kamu, menipu atau bahkan menghina kamu ??
Tetaplah tenang, maafkan mereka, karena perjalanan hidup kita sangat singkat.

💌 Apapun masalah yang dibuat oleh orang lain kepada kita, mari kita selalu ingat bahwa perjalanan hidup kita sangat singkat.

Tidak seorang pun yang tahu kapan perjalanan hidupnya akan berakhir.

Tidak ada orang yang tahu kapan dia akan tiba di perhentian bis yang berikutnya.
Perjalanan hidup kita bersama sangat singkat.
Mari kita saling memberikan kebahagiaan kepada keluarga dan teman-teman kita.

Mari kita saling menaruh hormat, saling berbuat baik dan saling memaafkan satu dengan yang lain.

Mari kita isi hidup ini dengan rasa syukur, bahagia dan selalu berbuat baik untuk sesama.

Kalau saya pernah menyakiti hati sahabatku tanpa sengaja atau sengaja, saya mohon dimaafkan
Bila sahabatku pernah menyakiti hatiku, aku sudah maafkan semua......
karena PERJALANAN hidup KITA TERLALU SINGKAT.

45 TAHUN SEBAIKNYA TIDAK FOKUS MEMBURU KULINER

USIA  LEBIH  DARI 45  TAHUN  SEBAIKNYA  TIDAK  FOKUS  MEMBURU KULINER....TAPI  PERBANYAK  REKREASI  !!! 
                                                                           

Oleh : Prof. Dr. dr. Bhenny Karim, SpPD-KR. (Guru Besar FK UGM)


Untuk saudara²ku yg telah berusia lebih dari 45 tahun, lebih disiplin utk jaga kesehatan

Proses Penuaan (aging), sudah mulai sejak usia 32 tahun, dgn mulainya  :

 ● Penurunan Fungsi Organ-Organ (Seperti Ginjal, Lever, Anak Ginjal, Hypophyse dsb.) dan

● Penurunan Hormon-Hormon (Seperti Testosteron, Growth Hormon, Coenzym Q10,  Estrogen. Pada pria Pemurunan hormon progesteron dan testosteron.

● Penuaan adalah suatu penyakit yg berlangsung kronis yg sebenarnya tidak dapat dicegah, diobati dan dikembalikan menjadi muda.

● Penuaan bukanlah hukuman , tetapi akibat titah dari gen.

■ Beberapa penyakit yang muncul akibat proses penuaan, adalah :

■1. Osteoporosis.
■2. Metabolik Syndrome, dengan Akibat Penyakit Cardiovasculer (seperti Stroke, Penyakit Jantung Koroner dan Hypertensi Renal).
■3. Cancer (seperti Payudara, Colorectal/Usus, Prostat, Ovarium).
■4. Alzeimer (Pikun).
■5. SD (Sexual Dysfunction).

APA SAJA YANG HARUS DILAKUKAN ?

■ 1. BERGERAK.
Jalan kaki 3 km s/d 5 km/hari) dapat Mencegah Osteoporosis (Rapuh Tulang) dan Hypertensi.

■ 2. SENAM OLAH NAFAS

Paru-paru Perlu Latihan Deep breathing/maximal breathing, untuk meningkatkan Aliran Darah di alveoli, Menguras CO2.

■ 3. KURANGI KARBOHIDRAT
Cukup Protein, Buah dan Sayur.

■ 4. JAGA BERAT BADAN
Bobot Ideal Pria ( Tinggi Badan dikurangi 100 ) , Wanita ( Tinggi Badan dikurangi 110 ).
Lingkaran Perut Tak Boleh Lebih 80 cm untuk wanita, 90 cm untuk Pria.
BMI Tak Boleh Lebih 30 kg/m².

■ 5. TEKANAN DARAH (TENSI) TIDAK BOLEH LEBIH 140/90.
Cek Tensi Tiap Minggu.

■ 6. KADAR GULA DARAH  TIDAK BOLEH LEBIH 110, Trigliserida 150, HDL Harus Lebih 50.
Jadi Cek Darah Max Tiap 6 Bulan.

■ 8. ISTIRAHAT CUKUP
Tidur 6 jam sebisanya mulai jam 10 malam, Lampu Mati (Merangsang Growth Hormon).
Jangan Makan 3 jam Sebelum tidur (Mencegah GERT, Mencegah Sesak).

Bantal Pendek (Meningkatkan Oksigenasi otak).

Miring ke Kanan (mengurangi Beban Jantung).

■ 9. KURANGI STRESS
Jgn bekerja di Luar Kapasitas/Kemampuan.

Perbanyak Rasa Syukur , Doa atau Ibadah/Meditasi ,

Senantiasa  Perbaiki Kualitas ibadah , Iman , Sosial & Hiburan yg Positif ,

Perbanyak Saat Kumpul² , Ngobrol² Santai , Canda Ria ,  Silaturahim atau Berkumpul dgn Keluarga, Sahabat & Teman²

Tidak Boleh Marah² atau emosionil , Buang Jauh² Hal² yg berpotensi membuat sedih/Kasus (Hukum/permusuhan) , Bahkan Hadapilah Segala Hal dg Senyum Bahagia !!!

Be A Radically Open-minded Leaders

Be A Radically Open-minded Leaders


Hari itu hari Sabtu siang, panas terik, kami sedang berada di kantor CIPD Singapore (Chartered Institute
of Personel and Development).

Sekitar 50-an peserta mendengarkan sharing session beberapa profesor, senior consultan dan praktisi dari berbagai industri.

Perhatian saya tertuju kepada Profesor Andreas Raharso, seorang profesor INSEAD yang hari itu ikut sharing session kepada kami.

Kami memanggilnya dengan akrab Om Andre.

Beliau hari itu sharing tentang trend terbaru di Industri 4.0 dan peran penting Artificial Intelligence
di dalamnya.

Tetap saja sebuah organisasi akan sangat tergantung pada leadernya.

Dan di sinilah leader harus benar benar mempunyai open mind.

Begitu banyak hal yang akan berubah, the world will be even more uncertain, volatile, complex and ambigue (remember VUCA?), well,  it will be VUCA at the extreme level.

Lihat saja trend yang misalnya terjadi
di dunia perhotelan.

Tadinya hotel-hotel terkotak-kotak dengan kategori bintang tiga,
empat dan lima

Kemudian Accor group dari
Perancis membuat kategori sendiri
(Formule 1, Ibis, Novotel, Sofitel)

Kemudian dunia perhotelan kembali digoyang oleh situs booking online

Selanjutnya disrupsi terjadi lagi dengan AirBnB

Eh, sekarang sudah ada Home Exchange di mana anda bisa liburan gratis di rumah orang lain di negara lain, asalkan anda bertukar rumah dengan mereka.

Kita melihat perubahan yang terus menerus terjadi.

Dan mempelajari masa lalu ternyata bukan jaminan bahwa anda atau organisasi anda akan sukses di masa depan.

Ini waktunya kita membuka mata dan pikiran kita selebar-lebarnya tentang trend yang akan terjadi di masa depan.

Stop learning about the past.

Stop solving the current problem.

Start to develop your organization to build the capability (and capacity) that they need in the future.

Di situlah pentingnya mempelajari consumer behavior, trend dan menganalisa data.

Be an open mind leader,
be an extremely open-mind leader,
be a radical open mind leader.


How to do that?

Profesor Andreas Raharso dari INSEAD merekomendasikan empat langkah di bawahan ini.

From Best Practices to Next Practices

Jangan lagi menganalisa apa yang dilakukan oleh perusahaan lain,
biasanya dikenal sebagai best practices atau external benchmark.

Stop doing that. Why?

Because best practices hanya mengajarkan kita tentang apa yang perusahaan lain lakukan di masa lalu

(dan sudah berhasil
diimplementasikan bertahun-tahun).

Ingat, apa yang berhasil mereka
lakukan di masa lalu , tidak akan menjawab tantangan di masa depan.

Stop learning best practices.

Start to experiment next practices:

Identify your potential challenges in the future

Prepare your organization for the future in term of capability and capacity

Experiment the next practices

You might fail or successfull, dont worry, learn from it, and improve again for the next “next practices”

From Fear to Brave

Memang masa depan itu penuh ketidakpastian.

Ibaratnya leader jaman dulu memimpin balapan mobil Paris Dakar, sudah jelas startnya di mana, finnishnya di mana dan jalur mana
yang harus dilalui.

Leader masa depan adalah memimpin pendakian ke puncak gunung tertinggi yang penuh berkabut tebal.

Jadi pada saat anak buahnya bertanya,
”Boss, ada apa di depan sana?”

Bossnya juga tidak tahu jawabannya
(kan penuh kabut).

Ingat VUCA? Volatile, Uncertain, Complexity and Ambigue.

Banyak yang ambigue dan banyak
yang tidak pasti.

Jadi wajar kalau anakbuahnya
gelisah dan ketakutan.

Leaders have to be able to ispire
people by providing role model
and good examples ....

It is true, it will be full of uncertainty
and anxiety.

But it is not a reason to scare.

We have to be brave.

We have to make decision based
on limited information that we have.

We have to experiment.

We have to dare to be successfull
or make mistakes.

Either way, we learn ,
we improve and we move on ...

From “Know-it-All” to “Learn-It-All”

Seperti kita diskusikan, dulu leader diharapkan untuk tahu semua, karena memang mereka expert di bidangnya.

Misalnya Sales Director adalah yang paling jagoan dalam bidang Sales.

HR Director adalah paling jagoan
dalam hidang HR.

Finance Director adalah paling jagoan dalam bidang Finance ...etc ...etc


But the world has change.
Fields of expertise are mixed together.

Seorang Finance Director juga
harus expert dalam bidang sales.

Seorang HR Director harus jago data analytics.

Seorang Marketing Director harus
jago digital and social media.

Terus kuncinya di mana dong?

Be open mind. Learn new things.

Jangan lagi berpikir “you-know-it-all”, harus ubah mindset ke “I-learn-them-all”.


The best idea adalah untuk duduk
di meeting yang anda tidak mengerti subjectnya dan menjadi

“orang yang paling bodoh
di ruangan itu”.

Duduk, diam, dengarkan, camkan, dan setelah meeting tanyakan dan pelajari.

Dengan menjadi orang yang paling bodoh di ruangan itu, anda akan
belajar banyak.

Phenomena yang tidak akan terjadi
pada saat anda merasa menjadi
yang paling pintar di ruangan itu.

From “We are under threats”
to “We-have-opportunities”


Memang masa depan penuh ketidakpastian, dan banyak yang
berpikir itu adalah ancaman.

Selama itu kita anggap ancaman,
kita akan terus menerus hidup dalam
negative mindset dan tidak akan berkembang.

Padahal di balik semua krisis
pasti ada kesempatan,
create your own opportunity
behind every crisis that you face!

Dengan mindset itu, a radical
open-minded leader can inspire
the people for a transformation
that they need in the future.

Stop learning about the past.

Stop solving the current problem.

Start to develop your organization
to build the capability (and capacity)
that they need in the future.

Dan untuk itu, coba kita terapkan
empat rekomendasi ini:

From Best Practices to Next Practices

From Fear to Brave

From “Know-it-All” to “Learn-It-All”

From “We are under threats”
to “We-have-opportunities”

Terimakasih Prof, atau kami memanggilnya dengan akrab Om Andre, for the insighfull learning of that day.