Jumat, 08 Maret 2013

Rekruitmen


REKRUTMEN
Makalah
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Manajemen SDM
Dosen pengampu : Dr.H. Abdul Choliq MT,.M.Ag
 
 





Disusun Oleh :

Dian Adi Perdana       (111311014)

FAKULTAS DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2012




REKRUTMEN
I.                   PENDAHULUAN
Perusahaan merupakan suatu lembaga yang didirikan dengan tujuan untuk mencapai tujuan yang diinginkan, namun seringkali perusahaan mengalami kendala yang disebabkan oleh kurang cakapnya sumber daya manusia yang ada. Berdirinya suatu perusahaan dengan jumlah sumber daya yang banyak tidak  akan menjamin suksesnya suatu perusahaan jika sumber dayanya tidak berkwalitas.
Perlu adanya penataan yang matang dalam suatu perusahaan jika ingin mencapai keberhasilan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan, terutama penataan ini berlaku pada perekrutan pegawai, perekrutan ini dimaksudkan agar suatu perusahaan mendapatkan sumber daya manusia yang cakap, trampil dan berkwalitas, dengan adanya rekrutmen yang baik tentu akan menjadikan jalannya suatu manajemen ataupun usaha yang dijalankan perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien.

II.                RUMUSAN MASALAH
1.      Apakah pengertian Rekrutmen?
2.      Bagaimanakah langkah-langkah Rekrutmen?
3.      Apasaja hambatan-hambatan dalam Perekrutan?

III.             PEMBAHASAN
1.      Pengertian rekrutmen
. Rekrutmen merupakan fungsi oprasional pertama dalam MSDM. Rekrutmen sumber daya manusia merupakan langkah pertama dalam manajemen yang berfokus pada sumber daya manusia Rekrutmen karyawan merupakan masalah penting, sulit, dan kompleks karena untuk mendapatkan dan menempatkan orang-orang yang kompeten, serasi, serta efektif tidaklah semudah membeli dan menempatkan mesin.[1]
Perekrutan diartikan sebagai proses penarikan sejumlah calon yang berpotensi untuk diseleksi menjadi pegawai. proses ini dilakukan dengan mendorong atau merangsang calon yang mempunyai potensi untuk mengajukan lamaran dan berakhir dengan didapatkannya sejumlah calon.[2]
            Pada dasarnya rekrutmen adalah proses mencari, menemukan dan menarik para pelamar untuk dipekerjakan dalam suatu perusahaan. [3] jadi proses perekrutan ialah suatu proses yang mencakup pencarian dan penyaringan suatu tenaga kerja atau pegawai yang dilakukan oleh suatu perusahaan  agar perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang trampil dan mampu dipekerjakan sesuai standar perusahaan.
            Perekrutan menjadi salah satu kegiatan yang sangat penting dalam manajemen sumber daya manusia, rekrutmen ini dimaksudkan agar jabatan yang ada dalam suatu perusahaan ditempati oleh orang-orang yang kompeten dalam menjalankan tugas perusahaan. Rekrutmen akan menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan perusahaan.
            Proses rekrutmen ini dimulai ketika suatu organisasi mencari calon tenaga kerja yang dibutuhkan melalui berbagai cara, sampai dengan penyerahan lamaran oleh pelamar kepada organisasi tersebut. Proses rekrutmen ini sangat penting dalam suatu organisasi, karena mereka inilah yang akan menentukan kualitas suatu organisasi.[4]

2.      Langkah-langkah Rekrutmen
Dalam proses rekrutmen suatu perusahaan diperlukan langkah-langkah agar perekrutan berjalan dengan baik, dibawah ini merupakan langkah-langkah perekrutan, yaitu:


a.       Penentuan jabatan yang kosong
Perekrutan dilakukan bilamana ada jabatan yang kosong atau dimulai dengan analisis mengenai apakah ada jabatan yang kosong yang harus diisi oleh pegawai baru. Kekosongan pegawai dapat diakibatkan karena pegawai mengundurkan diri, pensiun, meninggal dll.
b.      Penentuan persyaratan jabatan
Persyaratan jabatan merupakan kriteria atau ciri-ciri yang dapat meliputi keahlian, pengetahuan, ketrampilan, dan pengalaman yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan. Persyaratan jabatan ini tentu saja harus ditentukan, sebab hal ini akan membantu perusahaan mengidentifikasi pegawai yang dibutuhkan dan dimana mereka harus di tempatkan.
c.       Penentuan sumber dan metode perekrutan
Langkah terakhir dalam rekrutmen adalah menentukan sumber dan metode perekrutan yang paling efektif dan efisien.[5] Adapun Sumber perekrutan dibagi menjadi dua yaitu sumber internal dan eksternal, yang dapat diuraikan sebagai berikut :
a)      Sumber internal
Perekrutan untuk orang-orang yang sudah menjadi pegawai perusahaan. Perekrutan ini biasanya berpengaruh pada pegawai yang akan dipromosikan (dinaikan) atau didemosikan (diturunkan).
b)      Sumber eksternal
Najer Perekrutan untuk orang-orang yang belum menjadi pegawai perusahaan dan akan ditarik sebagai calon pegawai.

Metode perekrutan juga dibagi menjadi dua yaitu sumber internal dan eksternal, yang dapat diuraikan sebagai berikut :

a)      Metode perekrutan sumber internal
Calon internal diperoleh dengan cara manajer memberikan atau menominasikan beberapa orang sebagai calon untuk dipromosikan atau di demosikan. Oleh karenanya metode ini disebut metode tertutup.
b)      Metode perekrutan sumber eksternal
Metode eksternal ini biasanya diperuntukkan orang-orang dari luar yang belum menjadi pegawai. Metode ini melakukan penarikan calon pegawai melalui penarikan, referensi atau periklanan.

3.      Hambatan-hambatan dalam perekrutan
Perekrutan pada dasarnya merupakan upaya untuk mendapatkan sejumlah calon pegawai berpotensi dan memenuhi syarat untuk menjadi pegawai. Yang mana pada dasanya terdapat sejumlah hambatan dalam sebuah perekutan. Hambatan-hambatan tersebut dapat bersumber dari:
1)      Kebijaksanaan organisasi (Organizational Policies)
2)      Perencanaan sumber daya manusia (Human Resource Plan)
3)      Affirmatife actions plan
4)      Kebiasaan perekrut (Recruiter Babits)
5)      Kondisi lingkungan eksternal (Environment Condition)
6)      Persyaratan Jabatan (Job Requitment)
7)      Biaya penarikan (Cost)
8)      Perangsang (Incentive).[6]
Sedangkan dari berbagai penelitian dan pengalaman banyak orang dalam hal rekutmen menunjukkan bahwa hambatan yang biasa dihadapi itu dapat bersumber dari berbagai faktor, yaitu kendala yang bersumber dari organisasi yang bersangkutan sendiri, kebiasaan para pencari kerja sendiri, dan factor-faktor eksternal yang bersumber dari lingkungan dimana organisasi itu bergerak.[7]
IV.             KESIMPULAN
         Perekrutan merupakan proses penarikan sejumlah calon yang memiliki potensi menjadi pegawai atau karyawan perusahaan, yang dilakukan melalui berbagai macam kegiatan atau langkah-langkah yaitu penentuan kebutuhan pegawai, penentuan persyaratan jabatan, dan pemilihan metode atau sumber perekrutan.
         Perekrutan menentukan sukses tidaknya suatu perusahaan, oleh karena itu dalam proses perekrutan dibutuhkan ketelitian dan keseriusan dalam memilih karyawan atau pegawai agar hasil produknya juga bisa berkwalitas.
         Perekrutan yang baik pada dasarnya yaitu perekrutan yang sesuai dengan langkah-langkah yang telah ditetapkan dalam sebuah perusahaan. Akan tetapi hambatan-hambatan yang ada dalam rekrutmen juga harus tetap selalu di perhatikan untuk bisa mencapai apa yang sebenarnya telah dicita-citakan.

V.                PENUTUP
            Demikianlah makalah yang dapat kami paparkan, kami menyadari masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu kritik dan saran kami harapkan demi perbaikan makalah berikutnya. Semoga pembahasan dalam makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amiiiiiin…..











DAFTAR PUSTAKA
Marihot Tua Efendi Hariandja. 2002.  Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana
Sondang P. Siagian. 2003.  Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Malayu S. P. Hasibuan. 2000. Manajemen sumber daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Soekidjo Notoatmodjo. 2003.  Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Rineka Cipta


[1] Malayu S. P. Hasibuan, Manajemen sumber daya Manusia, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2000), hlm 27
[2] Marihot Tua Efendi Hariandja, Sumber Daya Manusia, (Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana, 2002), hlm 96

[3] Sondang P. Siagian. Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2003), hlm 102
[4] Soekidjo Notoatmodjo, Pengembangan Sumber Daya Manusia, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2003), hlm 130
[5] Op. Cit, Marihot Tua Efendi Hariandja, hlm 105-107
[6] Op. Cit, Marihot Tua Efendi Hariandja, hal 107-109
[7] Ibid, Sondang P. Siagian, hlm 99.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar