Sabtu, 22 Juli 2017

Contoh Kasus : Kekerasan Terhadap Peserta Didik

KASUS KEKERASAN TERHADAP PESERTA DIDIK

Lembar kasus

Wawan, bukan nama sebenarnya adalah seorang murid SMP kelas 1 di sebuah SMP Negeri di Semarang. Menurut teman-temannya, Wawan adalah anak yang biasa-biasa saja dan kenakalannya pun kenakalan yang biasa. Tapi memang Wawan diketahui sering nunggak SPP karena orang tuanya miskin, sehingga bayaran sekolah tidak bisa lancar. Demikian pula pada saat pelajaran ketrampilan, Wawan seringkali tidak bisa mengerjakan pekerjaan itu karena tidak mempunyai uang untuk membeli bahan-bahan. Bahkan karena masalah itu, Wawan dihukum dan tidak boleh mengikuti pelajaran ketrampilan.
Mendekati masa ujian kenaikan kelas, sekolah meminta semua peserta didik untuk melunasi semua tunggakan SPP dan BP3 mereka. Namun, sampai memasuki masa ujian kenaikan kelas, Wawan tetap tidak mampu melunasi tunggakan itu. Ketika ujian berlangsung, Wawan tetap datang ke sekolah untuk mengikuti ujian kenaikan kelas. Sesampainya di sekolah, Wawan pun segera memasuki kelasnya. Pada saat Kepala Sekolah berkeliling kelas untuk mengawasi pelaksanaan ujian, dia mendapati Wawan ikut ujian. Saat itu juga di hadapan teman-teman sekelasnya, Kepala Sekolah mengatakan bahwa Wawan belum melunasi SPP dan BP3. Oleh karena itu, Wawan tidak diperbolehkan mengikuti ujian dan tidak diberi soal ujian, tetapi juga tidak boleh keluar kelas, dan dia diharuskan menyaksikan teman-temannya menyelesaikan soal-soal ujian.
Wawan merasa sangat malu, dia memaksa untuk keluar dari kelas dan mohon ijin untuk pulang. Namun, yang dia peroleh justru penghinaan dari pendidik yang mengawasi ujian, dengan perkataan, ”Ini lho akibatnya jika anak tidak membayar sekolah, makanya kalian jangan sampai berbuat seperti itu, memangnya sekolah ini milik mbah kamu”. Sekali lagi karena malu Wawan meminta ijin untuk pulang tetap tidak diijinkan. Bahkan sang pendidik menghukum Wawan dengan hukuman berdiri di depan kelas selama ujian berlangsung. Akibat hukuman itu, Wawan tidak mau lagi sekolah karena baginya sekolah adalah hukuman dan penghinaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar